Shinta Shinaga - detikNews Senin, 10/09/2007 17:21 WIB
London - Hilangnya Maddie bikin heboh Eropa. Pesepakbola dunia ikut mencarinya. Ketika jejak darah Maddie ditemukan, lalu kedua orangtuanya jadi tersangka, Eropa pun tersengat. Bukannya apa-apa, kedua orangtua Maddie, Gerry dan Kate McCann, terlanjur menjadi simbol orangtua yang tabah dan mengundang simpati banyak orang, media, dan tokoh dunia. Gerry dan Kate mengampanyekan pencarian Maddie melalui berbagai macam cara agar si penculik mengembalikan bocah perempuan 4 tahun bernama lengkap Madeleine itu. Sebut saja pesepakbola dunia David Beckham. Mantan kapten tim nasional Inggris yang kini bermain LA Galaxy, AS, itu tampil di televisi meminta informasi mengenai keberadaan Maddie. Seruan serupa disiarkan saat final Piala FA di Stadion Wembley, Inggris. Christiano Ronaldo asal Portugal yang bermain untuk klub Inggris Manchester United ikut menyerukan kembalinya Maddie. Wayne Rooney asal Inggris yang bermain satu klub dengan Ronaldo menyumbang uang untuk pencarian Maddie. Pengarang buku Harry Potter, JK Rowling juga ikut mengulurkan tangan dalam bentuk dana. Paus Benediktus XVI di Vatikan bahkan dihampiri Gerry dan Kate untuk meminta didoakan agar Maddie ditemukan. Empat bulan berlalu sejak Maddie hilang, tetap tak kunjung diketahui di mana rimbanya.
Berikut kronologinya seperti dirangkum dari AFP, Senin (10/9/2007).
3 Mei Maddie hilang dari apartemen yang disewa untuk berlibur di Praia da Luz, Portugal. Saat itu dia sedang tidur bersama dua adik kembarnya, Sean dan Amelie (2). Sedangkan orangtuanya, Gerry dan Kate, keduanya sama-sama dokter berusia 39 tahun, sedang makan malam di Mark Warner Ocean Club, sekitar 97 meter dari apartemen.
5 Mei Pencarian Maddie berlanjut. Maddie diduga diculik paedofil. Gerry dan Kate menyatakan tak bisa menggambarkan kesedihan mendalam dan keputusasaan yang dirasakan.
12 Mei Ulang tahun Maddie yang ke-4. Gerry dan Kate membuat seruan baru pencarian Maddie.
15 Mei Robert Murat, kelahiran Inggris, menjadi tersangka. Dia tinggal di Vila Casa Liliana milik ibunya, seratusan meter dari apartemen tempat hilangnya Maddie. Namun Murat menyatakan diri tidak bersalah.
26 Mei Ada deskripsi seorang pria terlihat pada malam Maddie hilang. Pria itu membawa seorang anak kecil. Polisi mencari pria tersebut.
30 Mei Gerry dan Kate menemui Paus di Roma untuk memulai keliling Eropa mencari Maddie.
6 Juni Gerry dan Kate berada di Jerman. Semakin banyak orang sepertinya mengarahkan telunjuk kepada mereka berdua atas hilangnya Maddie.
12 Juni Gerry dan Kate kembali ke Portugal setelah keliling Eropa.
17 Juni Kepala Inspektur Olegario Sousa mengungkapkan petunjuk forensik vital kemungkinan telah dirusak beberapa jam setelah Maddie hilang, sementara apartemen Maddie sebagai TKP tidak dilindungi dengan benar. Barang bukti Maddie mungkin hilang.
10 Juli Tersangka Robert Murat ditanya ulang. Akhir Juli Anjing pelacak Inggris diterbangkan ke Portugal. Keela bisa mendeteksi sekecil apapun noda darah. Eddie terlatih mendeteksi mayat. Keduanya mengendus apartemen Maddie dan sejumlah mobil, termasuk mobil yang disewa Gerry dan Kate 25 hari setelah Maddie hilang.
6 Agustus Polisi gagal menemukan bukti baru setelah 2 hari menggeledah rumah tersangka Robert Murat.
7 Agustus Tes Forensik dilakukan di Labfor Birmingham, Inggris terhadap jejak darah yang ditemukan anjing pelacak di apartemen Maddie.
11 Agustus Polisi Portugal untuk pertama kalinya mengumumkan, berdasarkan bukti baru, Maddie kemungkinan sudah meninggal. Namun Gerry dan Kate tidak menjadi tersangka meski spekulasi mengarah ke sana.
24 Agustus Polisi ragu bagaimana caranya Maddie hilang dan apakah bisa ditemukan.
31 Agustus Gerry dan Kate menuding koran Portugal Tal & Qual telah mengeluarkan fitnah keduanya telah membunuh sang putri sulung, Maddie.
6 September Polisi memeriksa Kate selama 11 jam sebagai saksi. Sementara detektif mengonfirmasi hasil tes forensik.
7 September Kate ditetapkan sebagai tersangka. Gerry menyusul dengan status serupa. Disebutkan, hasil tes forensik menetapkan noda darah di apartemen dan mobil yang disewa Gerry dan Kate adalah milik Maddie. Gerry dan Kate diduga secara tidak sengaja membunuh Maddie karena overdosis obat penenang. Jasad Maddie disembunyikan. 25 Hari kemudian Gerry dan Kate menyewa mobil. Lalu mobil itu dipakai untuk membuang jasad Maddie.
9 September Tak tahan menghadapi tekanan, Gerry dan Kate meninggalkan Portugal menuju Rothley, Leicestershire, Inggris. Turut dibawa serta dua anak kembar mereka yang merupakan adik Maddie, yakni Sean dan Amelie (2). Gerry dan Kate menyatakan tidak ada keterlibatan dengan hilangnya Maddie. (sss/ana)
Quoted from : http://us.detiknews.com
Continue reading...
London - Hilangnya Maddie bikin heboh Eropa. Pesepakbola dunia ikut mencarinya. Ketika jejak darah Maddie ditemukan, lalu kedua orangtuanya jadi tersangka, Eropa pun tersengat. Bukannya apa-apa, kedua orangtua Maddie, Gerry dan Kate McCann, terlanjur menjadi simbol orangtua yang tabah dan mengundang simpati banyak orang, media, dan tokoh dunia. Gerry dan Kate mengampanyekan pencarian Maddie melalui berbagai macam cara agar si penculik mengembalikan bocah perempuan 4 tahun bernama lengkap Madeleine itu. Sebut saja pesepakbola dunia David Beckham. Mantan kapten tim nasional Inggris yang kini bermain LA Galaxy, AS, itu tampil di televisi meminta informasi mengenai keberadaan Maddie. Seruan serupa disiarkan saat final Piala FA di Stadion Wembley, Inggris. Christiano Ronaldo asal Portugal yang bermain untuk klub Inggris Manchester United ikut menyerukan kembalinya Maddie. Wayne Rooney asal Inggris yang bermain satu klub dengan Ronaldo menyumbang uang untuk pencarian Maddie. Pengarang buku Harry Potter, JK Rowling juga ikut mengulurkan tangan dalam bentuk dana. Paus Benediktus XVI di Vatikan bahkan dihampiri Gerry dan Kate untuk meminta didoakan agar Maddie ditemukan. Empat bulan berlalu sejak Maddie hilang, tetap tak kunjung diketahui di mana rimbanya.
Berikut kronologinya seperti dirangkum dari AFP, Senin (10/9/2007).
3 Mei Maddie hilang dari apartemen yang disewa untuk berlibur di Praia da Luz, Portugal. Saat itu dia sedang tidur bersama dua adik kembarnya, Sean dan Amelie (2). Sedangkan orangtuanya, Gerry dan Kate, keduanya sama-sama dokter berusia 39 tahun, sedang makan malam di Mark Warner Ocean Club, sekitar 97 meter dari apartemen.
5 Mei Pencarian Maddie berlanjut. Maddie diduga diculik paedofil. Gerry dan Kate menyatakan tak bisa menggambarkan kesedihan mendalam dan keputusasaan yang dirasakan.
12 Mei Ulang tahun Maddie yang ke-4. Gerry dan Kate membuat seruan baru pencarian Maddie.
15 Mei Robert Murat, kelahiran Inggris, menjadi tersangka. Dia tinggal di Vila Casa Liliana milik ibunya, seratusan meter dari apartemen tempat hilangnya Maddie. Namun Murat menyatakan diri tidak bersalah.
26 Mei Ada deskripsi seorang pria terlihat pada malam Maddie hilang. Pria itu membawa seorang anak kecil. Polisi mencari pria tersebut.
30 Mei Gerry dan Kate menemui Paus di Roma untuk memulai keliling Eropa mencari Maddie.
6 Juni Gerry dan Kate berada di Jerman. Semakin banyak orang sepertinya mengarahkan telunjuk kepada mereka berdua atas hilangnya Maddie.
12 Juni Gerry dan Kate kembali ke Portugal setelah keliling Eropa.
17 Juni Kepala Inspektur Olegario Sousa mengungkapkan petunjuk forensik vital kemungkinan telah dirusak beberapa jam setelah Maddie hilang, sementara apartemen Maddie sebagai TKP tidak dilindungi dengan benar. Barang bukti Maddie mungkin hilang.
10 Juli Tersangka Robert Murat ditanya ulang. Akhir Juli Anjing pelacak Inggris diterbangkan ke Portugal. Keela bisa mendeteksi sekecil apapun noda darah. Eddie terlatih mendeteksi mayat. Keduanya mengendus apartemen Maddie dan sejumlah mobil, termasuk mobil yang disewa Gerry dan Kate 25 hari setelah Maddie hilang.
6 Agustus Polisi gagal menemukan bukti baru setelah 2 hari menggeledah rumah tersangka Robert Murat.
7 Agustus Tes Forensik dilakukan di Labfor Birmingham, Inggris terhadap jejak darah yang ditemukan anjing pelacak di apartemen Maddie.
11 Agustus Polisi Portugal untuk pertama kalinya mengumumkan, berdasarkan bukti baru, Maddie kemungkinan sudah meninggal. Namun Gerry dan Kate tidak menjadi tersangka meski spekulasi mengarah ke sana.
24 Agustus Polisi ragu bagaimana caranya Maddie hilang dan apakah bisa ditemukan.
31 Agustus Gerry dan Kate menuding koran Portugal Tal & Qual telah mengeluarkan fitnah keduanya telah membunuh sang putri sulung, Maddie.
6 September Polisi memeriksa Kate selama 11 jam sebagai saksi. Sementara detektif mengonfirmasi hasil tes forensik.
7 September Kate ditetapkan sebagai tersangka. Gerry menyusul dengan status serupa. Disebutkan, hasil tes forensik menetapkan noda darah di apartemen dan mobil yang disewa Gerry dan Kate adalah milik Maddie. Gerry dan Kate diduga secara tidak sengaja membunuh Maddie karena overdosis obat penenang. Jasad Maddie disembunyikan. 25 Hari kemudian Gerry dan Kate menyewa mobil. Lalu mobil itu dipakai untuk membuang jasad Maddie.
9 September Tak tahan menghadapi tekanan, Gerry dan Kate meninggalkan Portugal menuju Rothley, Leicestershire, Inggris. Turut dibawa serta dua anak kembar mereka yang merupakan adik Maddie, yakni Sean dan Amelie (2). Gerry dan Kate menyatakan tidak ada keterlibatan dengan hilangnya Maddie. (sss/ana)
Quoted from : http://us.detiknews.com





















